MTs Nurul Ittihad

Tukum

Official website

Alamat

Jl. Raya Tukum Krajan Rt. 21 / Rw. 07 Tekung Lumajang Jawa Timur

Telepon

085-213-015-598

E-Mail

ittihadtukumm@gmail.com

Pembuatan Briket Arang Menggunakan Sampah Organik 🍂

Deskripsi Singkat

Sampah merupakan hasil dari adanya aktifitas manusia. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, sangat berpengaruh terhadap jumlah timbulan sampah. Timbulan sampah yang tidak terkendali akhirnya akan berimbas pada berbagai pencemaran baik air, tanah dan udara.

Sampai saat ini kebanyakan masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa timbulan sampah merupakan masalah pemerintah. Padahal banyaknya timbulan sampah sampah merupakan hasil dari aktifitas masyarakat itu sendiri. Sudah saatnya kita sebagai masyarakat mulai menyadari bahwa permasalahan timbulan sampah merupakan masalah kita bersama.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah sampah ini. Kita bisa memulainya dari sektor yang paling sederhana yaitu sektor rumah tangga. Pemanfaatan sampah rumah tangga bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari jenis sampahnya. Sampah anorganik misalnya dapat dimanfaatkan kembali atau dapat dijual ke pedagang loak. Khusus untuk sampah organik berupa sisa makanan atau sampah basah bisa dibuat pupuk kompos, selain itu juga sampah organik berupa daun daunan atau serbuk gergaji bisa dibuat briket atau bahan bakar alternatif pengganti minyak.

Pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak, bisa menjadi salah satu upaya kita sebagai masyarakat dalam menanggulangi dan mengurangi timbulan sampah, khususnya dalam sektor rumah tangga. Selain itu, pembuatan briket sebagai bahan bakar pengganti minyak juga dapat menjadi alternatif masalah krisis energi pada saat ini. Minyak tanah yang sudah mulai langka, harga gas elpiji yang melambung tinggi juga menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk segera menciptakan bahan bakar alternatif yang mudah didapat, ekonomis dan juga memiliki manfaat yang sama seperti bahan bakar minyak dan gas.

Selain itu juga salah satu kelebihan briket dibanding dengan arang biasa yaitu daya panasnya lebih tinggi dan tahan lama. Oleh karena itu, siswa-siswi MTs. Nurul Ittihad Tukum akan praktik membuat briket arang yang terbuat dari sampah organik sebagai pengganti bahan bakar minyak dan juga sebagai bentuk aplikasi dari materi “Energi” mata pelajajaran IPA kelas VII, pada KD 3.5  “Menganalisis konsep energy, berbagai sumber energy, dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari termasuk fotosintesis”. Sehingga peserta didik dapat menerapkan langsung ilmu pengetahuannya dalam rangka mengurangi penggunaan sumber energy tak terbarukan seperti minyak bumi dengan cara membuat salah satu bentuk sumber energy terbarukan yakni bahan bakar briket arang dengan berbahan dasar sampah organik.

Alat dan Bahan

  • Alat :

– Drum (untuk pembakaran)

– Sekop

– Ember

– Tongkat kayu (pengaduk)

– Wadah (baskom/panci)

– Cetakan briket (pipa pvc/ bamboo/ cetakan plastik)

– Lesung (alat penumbuk)

  • Bahan :

– Sampah organik kering (daun, tempurung kelapa, serbuk gergaji, dll)

– Perekat alami atau buatan (lem kanji)

Langkah Kerja

  1. Siapkan drum (untuk proses pembakaran/pengarangan sampah organik)
  2. Sampah organik (misal daun kering) dimasukkan ke dalam drum dan dibakar. Penyalaan awal dapat dilakukan dengan menggunakan minyak. Selanjutnya, setelah api menyala, sampah dapat dimasukkan ke dalam drum pembakaran sedikit demi sedikit agar nyala api tidak padam.
  3. Selama proses pembakaran harus dijaga agar tidak ada udara yang keluar masuk drum secara leluasa. Jika udara dapat keluar masuk drum maka pembakaran tidak akan menghasilkan arang melainkan abu (bakar hingga berwarna hitam/ belum menjadi abu).
  4. Agar proses pembakaran atau pengarangan merata, selama proses pembakaran bisa sampah diaduk aduk.
  5. Bila proses pengarangan sudah selesai, api bisa dimatikan. Jika proses mematikan api agak susah bisa disiram dengan air sedikit.
  6. Kumpulkan arang dari hasil pembakaran dan simpan ditempat yang aman.
  7. Siapkan penumbuk, misalnya lesung, kemudian arang yang tersedia ditumbuk halus hingga menjadi bubuk arang. Selanjunya kumpulkan bubuk arang tersebut pada suatu tempat misalnya ember.
  8. Siapkan lem kanji dan encerkan dengan air panas.
  9. Campurkan kanji tersebut dengan bubuk arang (dengan ukuran 1:1) sehingga menjadi adonan yang lengket. Selanjutnya, adonan diaduk-aduk agar semua bahan tercampur rata dan cukup lengket.
  10. Siapkan cetakan briket. Bisa dibuat dari pipa PVC yang dipotong-potong dengan ukuran secukupnya. Atau bisa menggunakan batang bambu yang dipotong-potong. Jika tidak ada keduanya boleh juga menggunakan cetakan agar-agar dari plastic.
  11. Setelah cetakan siap, masukkan adonan yang telah disiapkan ke dalamnya dengan cara dipadatkan, lalu setelah padat dan berbentuk, keluarkan dari cetakan.
  12. Setelah dikeluarkan dari cetakan, jemur briket yang masih basah dibawah sinar matahari sampai benar-benar kering.

Catatan:

  • Ukuran dan bentuk cetakan briket sampah organik bermacammacam, ada yang besar dan ada yang kecil, tergantung pada kegunaannya. Bahkan, pembuatan briket langsung dapat dikepal dengan tangan.
  • Tempat cetak yang dapat dipakai juga bermacam-macam, misalnya kaleng susu, cangkir, atau bekas botol minuman yang terbuat dari plastik.
  • Briket sampah organik yang telah kering langsung dapat digunakan untuk memasak dengan cara dibakar dalam tungku atau anglo.

Untuk lebih jelasnya silahkan simak video pembuatan briket arang berikut ini!

DOKUMENTASI

Pembakaran Sampah menjadi Arang
Hasil Karya Siswa
Penghalusan Arang dengan cara di tumbuk
Penyaringan Arang yang sudah ditumbuk
Pencampuran Arang halus dengan Lem (Kanji)
Pencetakan Briket Arang sesuai kreativitas peserta didik
Penjemuran Briket Arang
Hasil Produk Briket Arang yang sudah dijemur
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram